Qunut Nazilah (Dok
islam-institute)
Ali
FarkhanTsani, Redaktur Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Sehubungan dengan serangan pasukan penjajah Zionis Israel yang
membombardir sepanjang Jalur Gaza pada bulan suci Ramadhan ini, umat Islam di
seluruh dunia dianjurkan mengamalkan Qunut Nazilah pada tiap-tiap shalat
fardhu. Apa itu Qunut Nazilah, apa landasannya dan apa yang dibaca, berikut
sekelumit panduan amaliyah tersebut.
Pengertian
Lafadz Qunut (قنوت) dalam hal ini artinya berdoa saat
berdiri dalam shalat. Sedangkan Nazilah (نازلة) artinya : Bencana
yang sangat berat.
Maka, yang dimaksud Qunut Nazilah secara umum adalah doa yang
dipanjatkan saat berdiri dalam shalat, setelah i’tidal pada rakaat terakhir,
saat terjadi bencana besar yang menimpa kaum Muslimin secara masal. Seperti
adanya pihak yang memerangi kaum Muslimin (seperti yang menimpa kaum Muslimin
di Jalur Gaza akibat serangan Ziois Israel), kelaparan masal, wabah penyakit
atau sebagainya.
Qunut Nazilah merupakan bentuk perhatian dan empati seorang
muslim terhadap nasib yang menimpa saudara-saudaranya walau di kejauhan. Yaitu
dalam bentuk memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala. Di dalamnya terdapat
ketergantungan kepada Allah dan persaudaraan terhadap sesama muslim.
Imam An-Nawawy menjelaskan, Qunut Nazilah adalah doa pada saat
ada peristiwa yang menimpa kaum Muslim, dengan tujuan untuk menyingkirkan atau
melenyapkan penganiayaan dari musuh, menyingkirkan bala’ (bencana), dan
sebagainya.
Landasan Qunut
Nazilah
Landasan Qunut Nazilah antara lain berdasarkan hadits dari Anas
bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu :
أَنَّ رِعْلاً وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ
وَبَنِي لَحْيَانَ اسْتَمَدُّوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ عَلَى عَدُوٍّ فَأَمَدَّهُمْ بِسَبْعِينَ مِنَ الْأَنْصَارِ كُنَّا
نُسَمِّيهِمُ الْقُرَّاءَ فِي زَمَانِهِمْ كَانُوا يَحْتَطِبُونَ بِالنَّهَارِ
وَيُصَلُّونَ بِاللَّيْلِ حَتَّى كَانُوا بِبِئْرِ مَعُونَةَ قَتَلُوهُمْ
وَغَدَرُوا بِهِمْ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَقَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو فِي الصُّبْحِ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ
عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَبَنِي لَحْيَانَ
Artinya : “Bahwa Kabilah Ri’lan, Dzakwan, Usaiyyah dan Lahyan
pernah meminta bantuan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk
menghadapi musuh mereka.
Maka baginda mengutus bantuan sejumlah 70 orang
sahabat dari kalangan sahabat Anshar. Mereka para sahabat
tersebut dikenal dengan sebutan al-Qurra pada zamannya, yaitu orang yang
mengantarkan makanan untuk orang-orang yang memerlukan pada siang hari dan
banyak menunaikan shalat pada malam hari. Selanjutnya, sampailah mereka pada
suatu tempat bernama Bi’ru Ma’unah. Namun tiba-tiba mereka dikhianati dan
bahkan dibunuh oleh kabilah-kabilah di sana. Kemudian sampailah berita itu
kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu, baginda membaca Qunut (Nazilah)
selama sebulan penuh, termasuk melaksanakan qunut tersebut dalam shalat Subuh,
sebagai doa untuk dikenakan balasan atas pengkhianatan Bani Ri’lan, Dzakwan,
‘Usayyah dan Bani Lahyan.”(H.R. Bukhari).
قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه
وسلم شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ
وَصَلَاةِ الصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ
حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِي
سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ
Artinya : “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah
melakukan qunut selama sebulan terus-menerus pada waktu shalat Dhuhur, Ashar,
Maghrib, Isya’ dan shalat Subuh di penghujung setiap shalat, ketika baginda
mengucapkan, ‘Sami’allaahu liman hamidah’ pada rakaat yang terakhir. Baginda
melaknat kampung Bani Sulaim, Ri’lin, Dzakwan, Ushayyah dan diamini oleh makmum
di belakang beliau.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud dan Al-Hakim).
Pada hadits lain disebutkan juga Qunut beliau pada peristiwa
lain :
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم
كَانَ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فِي الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ مِنْ
صَلاَةِ الْعِشَاءِ قَنَتَ اللَّهُمَّ أَنْجِ عَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ
اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ اللَّهُمَّ أَنْجِ سَلَمَةَ بْنَ
هِشَامٍ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ
اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ
كَسِنِي يُوسُفَ
Artinya : “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ketika
mengucapkan, ‘Sami’a-llaahu liman hamidah’ pada rakaat terakhir shalat Isya’,
Lalu beliau melakukan qunut (berdoa, yang artinya) : “Ya Allah, selamatkanlah
‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah. Ya Allah selamatkanlah al-Walid bin al-Walid. Ya
Allah, selamatkanlah Salamah bin Hisyam. Ya Allah, selamatkanlah orang-orang
Mukmin yang tertindas. Ya Allah, ambillah kekuatan kabilah Mudhar dengan
sekuat-kuatnya. Ya Allah, binasakanlah mereka selama bertahun-tahun,
sebagaimana tahun-tahun (kelaparan yang menimpa zaman) Nabi Yusuf.” (H.R.
Bukhari).
Bacaan pada Qunut
Nazilah
Disunahkan untuk tidak memperpanjang
doa, tidak memberatkan jamaah, dan hendaknya mencontoh tuntunan Nabi
Shallalllahu ‘Alaihi Wasallam. Hal ini diperkuat dengan penuturan Anas bin
Malik Radhiyallahu ‘Anhu, ketika ditanya,“Apakah Rasulullah melakukan qunut
pada waktu shalat Subuh juga?” Dia menjawab, “Benar, setelah melakukan ruku’
dengan bacaan yang pendek (ringan).” (H.R. Muslim).
Doa Qunut Nazilah dibaca secara jahar (suara keras/terdengar
oleh makmum) baik pada shalat jahriyah (bacaan keras seperti Shubuh, Maghrib
dan Isya), maupun sirriyah (bacaan pelan seperti Dzuhur dan Ashar).
Ketika berdoa Qunut Nazilah, boleh mengangkat tangan atau tidak.
Sementara makmum mengaminkannya.
Adapun contoh doa Qunut Nazilah sebagai berikut :
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ
وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ،
اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ
نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى
عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ
اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ
وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ
أَعْدَاءَ الدِّيْن
اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى
غَزَةْ فلِسْطِيْنَ خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً
أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى
الْكُفَّارِ يَهُوْدِى اِسْرَائِيْلِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ
وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Artinya : “Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu,
beristighfar kepada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan
berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya kepada-Mulah kami
beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami
mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai
pada orang kafir.
Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah
kesyirikan dan kaum musyrikin. Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan
musuh-musuh agama (Islam).
Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza Palestina pada
khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.
Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas
orang-orang kafir Yahudi Israil dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka,
dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka.
Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.”
Atau dapat diambil yang lebih ringkas pada bagian akhir :
اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى
غَزَةْ فلِسْطِيْنَ خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً
أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى
الْكُفَّارِ يَهُوْدِى اِسْرَائِيْلِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ
وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Artinya : “Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza
Palestina pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.
Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas
orang-orang kafir Yahudi Israil dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka,
dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah,
hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.”
Atau dapat diambil yang paling ringkas lagi :
اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى
غَزَةْ فلِسْطِيْنَ، اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى غَزَةْ فلِسْطِيْنَ،
اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى غَزَةْ فلِسْطِيْنَ
Artinya : “Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza
Palestina, Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza Palestina, Ya
Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza Palestina”.
Atau doa yang senada dengan hal itu. Semoga Allah mengabulkan
permohonan kita untuk kemenangan orang-orang beriman di Gaza Palestina. Aamiin.
(R1/R2).
Mi’raj Islamic News
Agency (MINA)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar